Ingin Rasanya #LebarandiPapua


“mereka menerima kehidupan bersama apa adanya, tanpa banyak pusing mengenai perbedaan SARA yang ada diantara mereka. Toh mereka semua sudah mengaku berasal dari Papua yang sama.” ~ @httsan

Catetan kecil httsan

Masjid di Distrik Arso Masjid di Distrik Arso

Semua berita tentang Papua akan selalu mengingatkan saya tentang saat berkunjung ke sana. Tahun 2007, pada bulan Agustus, saya dua kali menclok di tanah matahari terbit Indonesia. Semalaman perjalanan dari Jakarta, pagi turun di Sentani dan langsung ke Jayapura.

Banyak momen asik yang selalu saya ingat dengan jelas. Diawali dengan ini.

Percaya diri akan kemampuan “Jangkauan Luas” dari provider ponsel saya, maka saya tidak mengantisipasi apapun terkait hal ini. Turun di bandara Sentani, keluar bandara, sinyal ponsel nggak ada. Saya pikir, oh mungkin nanti juga ada, setelah dekat Jayapura. Saat mendekati Jayapura masih belum ada juga, saya tanya ke supir yang jemput: mas (dia pendatang dari Jawa) kenapa sinyal ponsel saya kok nggak ada ya? Dia balik tanya: pakai apa pak? Kata saya: yang ini mas, si “jangkauan luas”. Segera dia jawab: Ooo yang itu belum masuk Papua pak, kami juga baru liat di iklan TV…

View original post 745 more words

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s