Sri Lanka, Negeri Persinggahan Para Legenda


gaya penulisannya enak dibaca sampai akhir

foto gale face hotel di blog ini dari booking.com

Martonesia

(Nglayap; Gagal dimuat di Media)

Lambaian dedaun jajaran rapat pohon kelapa menyambut saya di Bandar Udara Internasional Bandaranaike. Tarian anggun gugusan nyiur seakan terus menyertai saat mengarah ke selatan sejauh 30 kilometer, menuju Colombo, Ibu Kota Sri Lanka. Perjalanan di negeri inilah yang akan saya bagi-kisahkan kepada Anda. Sebuah negeri yang hutan dan lautnya menginspirasi kisah-kisah dunia.

Sri Lanka, orang Jawa dahulu menyebutnya Alengka, bangsa Melayu awal menasbihnya dengan Sailan, orang barat mengucapkannya Ceylon, dan ada yang menyebut Serendip (dari Bahasa Sansekerta; Seren Dwipa = Tanah Permata). Saya tidak ingat persis apakah karena tanahnya banyak mengandung batu mulia, ataukah karena bentuk negara pulau ini yang menyerupai bandul liontin, atau karena keindahan alamnya. Setidaknya Marcopolo mencatat Ceylon sebagi sebuah pulau cantik dalam jurnal penjelajahannya. Tapi yang pasti dari sebutan itulah kelak istilah Serendipity bermula.

Lantaran…

View original post 1,411 more words

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s