Masihkah Ragu Menulis


Untuk yang entah keberapakalinya temanku minta diajarkan menulis. Ia kepingin sekali namanya terpampang dalam sebuah cover buku. Tetapi permasalahan yang paling besar, yang selama ini menghambatnya untuk mewujudkan cita-citanya itu adalah : Keraguan Menulis.

Bagi orang yang baru mulai menulis, keraguan yang biasanya mengancam pada fase awal itu disebabkan beberapa hal :

  • Bingung mau menulis apa, padahal tangan sudah bertengger di atas keyboard.
  • Kalau ini masalahnya, pakailah cara yang banyak diterapkan oleh para penulis : Tulislah apapun yang terlintas di kepalamu, bebaskan dulu beban tata bahasa, rilekslah!
  • Malu kalau tulisannya diketawain sama teman-teman.
    Ini juga masih hambatan psikis. Solusinya, camkan kalimat berikut : “Lebih baik menanggung malu karena telah menulis sesuatu yang kita niatkan positif, ketimbang kamu tidak pernah memulai tulisan sama sekali.”
  • Takut dikritik oleh siapapun yang lebih paham tentang tata bahasa dan ilmu menulis.
    Ingat gak waktu kamu bikin tugas paper di sekolah dulu? Pada kata pengantar, kamu pernah menulis “mohon kritik dan saran”. Itu adalah ending default dalam penulisan kata pengantar. Dan itu berarti, kamu siap di kritik. Nah kenapa tidak siap untuk kali ini, untuk sebuah momentum yang bisa mengubahmu menjadi penulis? Kalaupun kamu tetap tak mau dikritik, solusinya gampang : Jangan dipublikasikan! 😀
  • Tak punya laptop untuk menulis.
    Halah, sebenarnya ini alasan gak masuk akal. Lha, apa zaman dulu para penulis beken pada punya komputer? Lha, beberapa orang nekad meminjam mesin ketik ‘brother” yang keyboardnya bisa bikin pegal jari-jemari kita. Bahkan tidak sedikit pula yang memulai dengan tulisan tangan pada buku catatan hariannya.

Itulah sedikit alasan dasar yang membuat seseorang belum juga memulai tulisannya. Ketiganya hanya masalah mentalitas. Beberapa orang guru menulis menyebutnya dengan “Mental Block” yang bisa ditembus dengan kepercayaan diri.

Salah satu cara untuk menumbuhkan kepercayaan diri, mulailah dari tulisan-tulisan yang ringan, dengan kadar ilmiah yang cukup rendah dan bila perlu dengan kadar humor yang tinggi.

Cara lainnya adalah bergabunglah dengan komunitas yang gemar menulis. Kalau tak ada di tempatmu, buat aja sendiri bersama teman-teman sepergaulanmu. Komunitas ini nantinya akan mengeliminasi rasa ragu dan takut dikritik karena kita menuliskan sesuatu.

Latihlah keberanian menuliskan perasaan dan pemikiranmu melalui status atau kicauanmu di social media. Jangan beralasan tak mau punya twitter/facebook karena gak bisa nulis panjang-panjang. Cobalah tuliskan hal-hal sepele dengan 140 karakter saja. Jika itu kamu mulai, bisa jadi keraguan dan ketakutanmu dalam menulis bisa teratasi tanpa kau sadari kapan rasa takut itu hilang.

Menulis adalah kegiatan yang membutuhkan konsistensi. Kita bisa memulainya dengan menulis apapun yang sepele dan kita alami sehari-hari. Namun ada baiknya tulisan kita beranjak kepada hal-hal yang lebih serius dan bermanfaat buat banyak orang.

Tetapi bagi beberapa orang, menulis merupakan kegiatan yang berat karena beberapa hambatan yang diurai di atas. Kita harus yakin, sebesar apapun hambatan, pasti ada cara untuk mengantisipasinya.

Karena itu, cobalah merenungkan manfaat apa yang anda dapat jikalau anda menulis. Biasanya kita akan lebih bersemangat melakukan sesuatu apabila manfaatnya jelas. Dan hal fase pertama yang penting dalam dunia kepenulisan adalah dua hal : mulai dan konsisten!

Tulis saja, jangan ragu!

 

Advertisements

5 thoughts on “Masihkah Ragu Menulis

  1. syarat untuk bisa menulis adalah
    1. Menulis
    2. Menulis
    3. Menulis
    Salam kenal ya!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s