Kehabisan Ide


Kehabisan Ide adalah hambatan kedua dalam menulis.

Beberapa teman saya pernah menyatakan kehabisan ide untuk menulis. Ia tak tahu lagi mau menulis tentang apa. Sepertinya pikirannya benar-benar macet untuk menuliskan sesuatu. Benarkah ide bisa habis?

Penulis yang konsisten, apalagi yang menulis berdasarkan hobi akan menyangkal pernyataan di atas. Bagi mereka, ibarat mata air, ide tak akan pernah mengalami kekeringan. Apapun bisa mereka tulis, bahkan menulis tentang saat tak tahu harus menulis apa. Berikut salah satu contohnya :

contoh

Di kalangan blogger, tidak sedikit teman-teman yang bertanya bagaimana caranya agar blog mereka selalu ter-update. Pertanyaan itupun terlontar saat penulis menjadi tamu pada acara talkshow Goodreads Indonesia di Radio Pelita Kasih, Cawang, Jakarta.

Merangkum obrolan di studio RPK yang seru itu, berikut kesimpulan saya tentang bagaimana cara agar kita selalu mendapatkan ide untuk ditulis, terutama agar blog kita tetap update.

Intinya adalah menjaga konsistensi dalam menulis. Menulis tak harus dipersepsikan harus langsung dalam sebentuk buku atau artikel di media massa. Blog merupakan media yang amat personal untuk menuangkan gagasan kita. Namun tidak sedikit juga orang yang merasa kehabisan ide untuk menulis di blog. Nah, cara yang biasa saya dilakukan adalah :

a. Menuliskan apa yang kita alami

Apa yang kita alami lebih mudah dituliskan ketimbang menulis hal-hal yang tidak kita alami. Apalagi menulis sesuatu yang sebenarnya tak kita kuasai ilmunya. Saya tak pernah menulis tentang dunia saham karena akan sangat tersiksa menulisnya. Kenapa? Karena saya tak mengerti tentang seluk beluk dunia saham. Karena itu saya kerap menulis apa yang saya lihat, alami, dan saya gelisahkan. Realitas yang bersliweran dalam kehidupan yang saya alami dapat menumbuhkan ide menulis.

b. Status di jejaring sosial

Banyak ide yang bisa memicu kita untuk menulis. Salah satunya adalah dari status kita maupun teman-teman di facebook atau cuap-cuap teman di twitter. Jejaring sosial yang biasanya ditulis dengan singkat itu sebenarnya bisa dikembangkan menjadi artikel utuh di blog. Walaupun ada juga salah seorang teman yang menyatakan tak bisa menikmati kultwit karena cenderung terpotong-potong dan menjadi tidak efektif. Ia lebih suka membaca tulisan utuh, seperti di blog. Tetapi, sesingkat apapun status maupun cuap-cuap di twitter, bisa memicu ide menulis.

c. Blogwalking

Tulisan teman-teman kita di blognya juga bisa menjadi ide untuk menulis. Bisa jadi kita sepaham dengan tulisan teman, lalu kita menuliskannya kembali dengan tambahan pemikiran asli kita sendiri. Atau bisa jadi kita tidak sepaham dan ini merupakan pemicu positif untuk menulis persepsi kita pada blog kita sendiri. Karena itu, mengunjungi blog teman (istilahnya blogwalking) merupakan cara bagi mereka yang merasa sering kehabisan ide untuk menulis.

Dalam ranah perbukuan, bisa saja seorang penulis menulis sebuah buku yang merupakan tanggapan atas buku lainnya. Lagi-lagi saya mengungkap fakta bahwa banyak membaca dapat memicu gairah menulis.

d. Komentar

Sebuah tulisan pada kolom komentar di blog kita maupun di blog teman-teman juga bisa memicu ide kreatif kita dalam menulis. Karena itu sebagai penulis blog, disarankan untuk tetap rajin membaca, termasuk membaca rentetan komentar yang bisa kita lanjutkan menjadi tulisan yang runtut di blog kita.

e. Komunitas

Keberadaan komunitas itu penting juga buat menjaga konsistensi menulis. Dalam setiap komunitas, ada saja topik-topik yang didiskusikan. Meskipun sudah dibahas pada milis maupun forum diskusi, tak ada salahnya jika kita tulis kembali pada blog kita. Seperti sebuah rangkuman diskusi.

Bagi teman-teman yang bercita-cita menjadi penulis buku, memulainya dengan menjadi blogger saja sebenarnya sudah cukup. Karena ngeblog juga berperan banget dalam menjaga keterasahan menulis. Tetapi tak ada salahnya, atau bahkan mungkin lebih baik lagi jikalau kita bergabung dengan komunitas menulis.

Banyak sekali komunitas menulis di Indonesia yang bisa kita ikuti. Di dalamnya kita bisa mendapatkan tebar pengalaman sesama penulis. Bisa jadi kita juga akan mendapatkan cara-cara yang paling pas dalam menerbitkan buku dan memasarkannya.

Salah satu komunitas menulis yang saya masuki adalah Cinta Cita Menulis di facebook. Komunitas ini belum lama dibentuk, tetapi semangat positifnya membuat saya bergabung. Dengan komunitas ini kita bisa berdiskusi dan berbagi pengalaman menulis. Ada penulis tua dan muda di dalamnya.

Bukan hanya sekedar berdiskusi, tetapi CCM juga berperan sebagai agen kepenulisan. Kita bisa mengirimkan naskah untuk kemudian dibantu proses editing sebelum dikirim ke penerbit. CCM juga bisa kita jadikan sebagai pembantu dalam memasarkan buku kita, baik secara online maupun offline.

f. Ngobrol

Siapa sih yang tidak pernah ngobrol sama manusia lain? Nah, obrolan apapun, serius ataupun bercanda, sebenarnya bisa kita tulis. Bahkan ini yang sering saya lakukan untuk mempertahankan konsistensi menulis pada media online. Satu contoh nyata adalah buku “Bang Namun dan Mpok Geboy” yang baru terbit pada 14 Juni 2011. Buku yang diangkat dari kumpulan tulisan serial Betawi Begaye di blog saya, merupakan cerita yang dipicu oleh obrolan ringan dalam pergaulan saya sehari-hari. Saya mengubah tokoh dan setting cerita agar menjadi sebuah cerita yang menarik dan enak dibaca oleh banyak orang.

g. Tugas (Job review)

Ini yang menarik bagi beberapa blogger. Mendaftarkan blog kita pada agen blogreview juga pilihan lain agar kita tetap konsisten menulis. Bedanya, jika opsi di atas sangat personal dan bebas kita tuliskan, pada job review, kita dituntut menulis sesuai dengan permintaan advertiser/pemasang iklan. Memang bagi beberapa blogger, job review rada berat dilakukan, tetapi dalam konteks menghindari kehabisan ide menulis, saya pikir tak ada salahnya dilakukan.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s