Hambatan Menulis


Ada juga mereka yang sudah berusaha memulai tetapi mengalami kebuntuan. Banyak sekali hal-hal yang ingin dituliskannya tetapi ketika sudah berhadapan dengan keyboard ataupun pulpen, tak satu katapun yang bisa tertuliskan. Kenapa ini bisa terjadi? Bagaimana agar hambatan tersebut bisa ditebas sehingga kita bisa menulis tanpa terbata-bata?

Paling tidak, ada 5 faktor yang mesti kita perhatikan, dimana kelima faktor ini merupakan penghambat namun jika kita bisa mengendalikannya, justru kelima faktor inilah yang akan menjadi kekuatan untuk konsisten menulis.

Tembok Psikis

Inilah yang biasanya terjadi pada mereka yang tak pernah berhasil untuk mulai menulis. Seolah-olah kita ada di sebuah lorong yang sempit dan ingin melangkah maju, tetapi di depan kita ada tembok besar dan kokoh. Bagaimana cara untuk bisa melangkah?

Ya, benar! Satu-satunya cara adalah membongkar tembok tersebut agar kita bisa menerobos dan bebas melangkah dan bahkan berlari mengejar impian. Tetapi dengan apa kita bisa membongkar tembok tersebut?

Jika tembok itu benar-benar berbentuk secara fisik, sudah tentu kita membutuhkan berbagai alat untuk membongkarnya, entah itu bor, linggis, palu atau bahkan traktor! Tetapi masalahnya adalah, tembok tersebut tak nyata walaupun perannya nyata-nyata menghambat kita.

Di kalangan psikiater, tembok ini disebut tembok psikis atau hambatan psikis. Di kalangan penulis, ada yang menyebutnya tembok imajiner. Apakah caranya dengan membuat bor imajinatif ataupun traktor imajinatif yang bisa membongkar tembok imajinatif tersebut?

Boleh saja kita menciptakan traktor imajinatif, tetapi apakah kita benar-benar mau mengoperasikan traktor tersebut? Apa yang bisa menggerakkan traktor tersebut? Apakah bahan bakar? Sudah pasti benar. Tetapi apakah kita benar-benar mau menjalankan traktor yang sudah berisi bahan bakar itu? Apa yang memicu Anda untuk mau menjalankan traktor imajiner itu? Apakah hanya sekedar membongkar tembok, atau ada hal lain yang Anda cari?

Seseorang akan berusaha melakukan sesuatu apabila menyadari manfaat dari apa yang ia dilakukan. Kita tak akan mau menjalankan traktor apabila tak menyadari manfaat jika tembok imajiner itu telah terbongkar. Karena itu, pemantik yang utama untuk bisa menjalankannya adalah dengan menyadari manfaat dari kegiatan menulis.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s