Banyak Media


Apa saja media bisa kita jadikan sebagai tempat menampung tulisan? Jangan terburu-buru untuk langsung menulis dalam sebentuk buku. Cobalah lakukan pada media menulis yang sesuai dan memungkinkan untuk mempublikasikan tulisan Anda.

• Diary

Dulu saat saya masih SD/SMP, menulis di buku diary menjadi trend. Banyak teman-teman yang memiliki buku diary, bahkan yang ada gemboknya. Memang saat itu harus digembok karena membaca diary orang lain tanpa izin merupakan sikap yang tidak sopan. Diary adalah catatan yang sangat pribadi dan rahasia. Dan pada diary itulah sebenarnya seseorang telah melatih kemampuan menulis sejak awal.

• Blog

Saat ini mungkin masih ada orang yang memelihara tradisi menulis diary. Tetapi boleh jadi lebih banyak orang yang menuliskan hal-hal yang sangat pribadi sekalipun, dalam media blog. Blog adalah situs personal yang berisi tulisan bebas yang ditulis dengan gaya yang berbeda-beda antar penulis satu dengan yang lainnya.

Blog juga merupakan media yang murah untuk melatih menulis. Banyak sekali penyedia layanan blogging yang memberikan ruang tak terbatas untuk semua orang di bumi ini.

• Koran Daerah

Bagi penulis yang ingin menulis di media massa, seperti Koran dan atau majalah, bisa memulainya dengan media lokal. Bagi orang yang berdomisili di Banten, mengirimkan tulisan pada Koran lokal lebih terbuka peluangnya ketimbang pada Koran nasional. Ini berkaitan dengan popularitas sang penulis. Biasanya Koran-koran lokal sangat akomodatif bagi penulis yang merupakan putra daerah. Menulis pada Koran lokal bisa dijadikan sebagai fase untuk mengirimkan tulisan pada media berskala nasional, dan bahkan internasional.

• Jurnal Komunitas

Kita juga bisa menulis pada jurnal yang diterbitkan oleh komunitas tertentu. Misalnya forum alumni. Setiap orang yang benar-benar alumni, punya peluang besar tulisannya dimuat pada jurnal internal komunitas.

Dalam ranah online, biasanya komunitas memberikan kesempatan pada anggotanya untuk menulis pada website ataupun blog komunitas. Seperti situs blogor.org yang sering diupdate oleh anggotanya sesuai rubrikasi yang ada.

• Kalau perlu, Tembok Kamar

Ini hanyalah motivasi untuk tetap menulis. Kita mungkin sering menonton film tentang narapidana yang tak pernah berhenti menguraikan perasaannya dalam bentuk tulisan di tembok.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s