2 Hambatan Lagi


Tak Ada Waktu

Ini lagi alasan yang sering diungkapkan oleh mereka yang tak juga memulai menulis. Memang waktu itu penting. Saya sendiri tak bisa menulis kala waktu saya harus diisi dengan bermain bersama anak-anak. Tak mungkin saya bisa menulis pada saat mereka masih melek. Karena itu, saya memutuskan untuk memiliki waktu khusus yang saya pakai untuk menulis. Kebetulan hanya tengah malam saja waktu yang memungkinkan untuk menulis.

Tetapi tidak setiap siang hari saya tidak menulis. Kadang-kadang sayapun menulis saat dalam perjalanan. Yang paling sering biasanya saat di Kereta. Seperti pada poin keempat di atas, saya sering menggunakan handphone untuk membuat draft blog, dan atau mencicil tulisan yang akan diperiksa dan dilanjutkan di rumah.

Tak Ada Mood

Saya setuju, menulis harus dilakukan dengan mood. Seperti ilustrasi awal tentang waktu khusus untuk menulis di atas. Sudah tentu saya tak punya mood menulis saat sedang asyik bermain bersama anak. Tetapi saya selalu berusaha agar pada kesempatan lain, mood menulis selalu terjaga. Karena mood itu adalah amat dipengaruhi oleh bagaimana kita mengelola perasaan.

Seorang teman bertanya, bagaimana agar mood menulis tetap terjaga. Ia sering ingin menulis apapun yang menarik baginya. Tetapi seringkali saat ingin menuliskannya, gagal karena tiba-tiba saja mood-nya hilang disebabkan oleh kehadiran orang yang tak ia sukai.

Melakukan apapun memang dapat dipengaruhi oleh mood. Tetapi mood itu kan hanya soal bagaimana kita mengatur perasaaan. Seorang penulis, tak selalu harus dalam keadaan senang, damai, tentram, untuk dapat menulis. Ada kalanya kekecewaan, frustasi, justru membuatnya dapat menulis dengan lancar.

Bagi saya, mood itu bukan seperti menunggu seseorang. Mood itu adalah melakukan apapun agar situasinya mendukung untuk melakukan sesuatu. Akan tetapi kadang kita mengalami situasi, dimana tak punya daya dan kuasa untuk menghindari ketidaksenangan suasana. Dalam kondisi seperti ini, hanya ada dua pilihan : Pertama adalah membiarkan suasana tidak kondusif tersebut berjalan, lalu mengatur perasaan agar tetap bisa bekerja. Kedua, melawan suasana tersebut, andai berhasil, kita menang. Andai kalah, kita akan beristirahat atau mencari hiburan lain (refreshing) agar bisa kembali bekerja.

Jadi, menulis atau tidak, bukan ditentukan oleh mood yg ada, tetapi ditentukan oleh bagaimana kita mengatur mood tersebut.

Banyak cara yang bisa dilakukan agar kita bisa menjaga mood menulis. Setiap orang pasti berbeda-beda cara. Belum tentu cara yang satu sesuai untuk orang lain. Misalnya saja saya sendiri. Pernah ketika saya sedang menulis tiba-tiba muncul masalah. Saya harus tetap menulis sambil membalas sms teman yang sedang mengadukan masalah dompetnya yang hilang dan minta tolong untuk menghubungi orang-orang di lokasi tempat kami bertandang. Karena sudah berencana harus menyelesaikan tulisan ini, tetap saya balas sms-nya dan menulis sms buat orang-orang terkait sambil tetap mencicil menyelesaikan tulisan.

Tetapi jika saya mengalami keadaan pilihan kedua, maka saya akan melakukan refreshing. Misalnya main gitar, main game, ngobrol bersama tetangga, dan sebagainya. Yang jelas, jika menulis sudah menjadi salah satu bagian dari kehidupan kita, apapun akan kita lakukan untuk menjaga agar mood kondusif.

Dari ketujuh hambatan yang telah saya uraikan di atas, apakah anda berhasil menembus hambatan dalam menulis? Atau apakah Anda masih enggan memulai menulis? Jika anda berhasil menembus batasan, selamat! Anda akan menjadi penulis yang hebat. Tetapi bagi Anda yang tetap saja malas untuk memulai, lebih baik lupakanlah impian menjadi penulis. Lakukan saja pekerjaan lain yang tak menyurutkan semangat Anda untuk melakukannya.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s